← Semua Q&A
Partpedia Partpedia

Insight · Q&A

Kapan sebaiknya memakai soft starter dibanding VFD untuk starting motor listrik?

Jawaban

Soft starter dan VFD sama-sama berfungsi mengurangi lonjakan arus saat motor pertama kali dinyalakan, tapi keduanya bekerja dengan prinsip dan kemampuan yang cukup berbeda, sehingga pemilihannya bergantung pada kebutuhan spesifik aplikasi. Soft starter bekerja dengan mengatur tegangan yang disuplai ke motor secara bertahap selama proses start, membiarkan motor tetap berputar pada kecepatan penuh sesuai frekuensi jaringan listrik begitu proses start selesai, sehingga soft starter cocok untuk aplikasi yang hanya membutuhkan starting halus tanpa perlu kontrol kecepatan berkelanjutan setelah motor mencapai kecepatan operasionalnya, seperti pompa dan fan yang memang dirancang bekerja pada satu kecepatan tetap.

VFD melangkah jauh lebih jauh dengan mengatur frekuensi dan tegangan secara terus menerus, bukan cuma saat starting, memungkinkan kontrol kecepatan motor secara dinamis kapan pun dibutuhkan selama operasi berlangsung, cocok untuk aplikasi yang membutuhkan penyesuaian kecepatan sesuai kebutuhan proses secara real time, seperti conveyor dengan kecepatan variabel atau sistem yang membutuhkan penghematan energi lewat pengurangan kecepatan saat beban rendah. Dari sisi biaya, soft starter umumnya jauh lebih ekonomis dibanding VFD dengan kapasitas daya setara, sehingga untuk aplikasi yang benar-benar hanya butuh starting halus tanpa kebutuhan kontrol kecepatan berkelanjutan, soft starter jadi pilihan lebih hemat biaya tanpa mengorbankan fungsi yang sebenarnya dibutuhkan.

Sumber

Panduan aplikasi motor starting dari produsen komponen kontrol motor seperti Schneider Electric dan ABB, mengenai perbandingan teknologi soft starter dan variable frequency drive.