← Semua Q&A
Partpedia Partpedia

Insight · Q&A

Bagaimana cara memilih kapasitas UPS (Uninterruptible Power Supply) yang tepat untuk

Jawaban

kebutuhan industri?

Pemilihan kapasitas UPS yang tepat dimulai dari menghitung total beban listrik yang perlu didukungnya, dinyatakan dalam satuan VA atau watt, dengan mempertimbangkan tidak hanya beban saat kondisi normal tapi juga potensi lonjakan arus saat peralatan seperti motor listrik atau kompresor pertama kali dinyalakan, karena lonjakan start ini bisa jauh melebihi konsumsi daya normalnya. Setelah total beban dihitung, tambahkan margin keamanan, umumnya sekitar dua puluh sampai tiga puluh persen di atas beban aktual, untuk mengakomodasi kemungkinan penambahan beban di masa depan serta menjaga UPS tidak bekerja terus-menerus mendekati kapasitas

maksimumnya yang bisa mempercepat keausan komponen internalnya.

Durasi backup time yang dibutuhkan, berapa lama UPS harus mampu mensuplai daya saat listrik utama padam, jadi pertimbangan penting berikutnya, karena durasi backup yang lebih panjang membutuhkan kapasitas baterai yang jauh lebih besar, dan untuk aplikasi kritis di industri, kebutuhan ini sering disesuaikan dengan waktu yang dibutuhkan genset cadangan untuk menyala dan mengambil alih suplai daya secara penuh. Jenis topologi UPS juga perlu dipertimbangkan sesuai tingkat kekritisan bebannya, UPS jenis online double conversion menawarkan perlindungan paling menyeluruh terhadap seluruh jenis gangguan listrik karena beban selalu disuplai lewat proses konversi ganda tanpa jeda sedikit pun, cocok untuk peralatan sangat kritis seperti server dan sistem kontrol produksi, sementara UPS jenis line interactive cukup memadai untuk beban yang kurang sensitif terhadap gangguan singkat.

Sumber

Panduan teknis pemilihan UPS dari produsen seperti Schneider Electric (APC) dan Eaton, serta standar IEC 62040 untuk klasifikasi sistem UPS.