Insight · Q&A
Kenapa slip ring pada motor listrik mengalami keausan, dan bagaimana cara
Jawaban
mengatasinya?
Slip ring, komponen yang memungkinkan transfer arus listrik antara bagian yang berputar dan bagian yang diam pada motor jenis wound rotor atau pada peralatan berputar lain seperti crane dan turbin angin, mengalami keausan alami karena mekanismenya memang mengandalkan kontak gesekan langsung antara sikat karbon atau brush dengan permukaan cincin logamnya. Faktor yang mempercepat keausan termasuk tekanan sikat yang tidak sesuai spesifikasi, entah
terlalu ringan sehingga kontak tidak stabil dan memicu percikan listrik berlebih, atau terlalu berat sehingga gesekan dan panas yang dihasilkan meningkat drastis, kontaminasi debu karbon hasil keausan sikat itu sendiri yang menumpuk di sekitar area slip ring, serta ketidaksejajaran antara sikat dan permukaan cincin akibat pemasangan yang kurang presisi.
Tanda-tanda slip ring bermasalah termasuk percikan bunga api yang terlihat jelas di sekitar area kontak sikat, permukaan cincin yang mulai menunjukkan alur atau goresan tidak merata, serta penurunan performa transfer arus yang bisa terlihat dari fluktuasi arus atau tegangan pada rangkaian rotor. Penanganannya mencakup pembersihan rutin area slip ring dari debu karbon yang menumpuk, pemeriksaan dan penggantian sikat karbon sebelum ketebalannya terlalu tipis untuk memberi tekanan kontak memadai, serta pemolesan ulang permukaan cincin kalau sudah menunjukkan alur cukup dalam, sebuah proses yang biasanya membutuhkan keahlian teknis khusus dan sebaiknya dilakukan personel berpengalaman mengingat presisi yang dibutuhkan.
Sumber
Panduan teknis motor wound rotor dan sistem slip ring dari produsen motor listrik industri, serta literatur pemeliharaan mesin listrik berputar.