Insight · Q&A
Bagaimana cara menggunakan torque wrench dengan benar dan mencegah over-torquing pada baut?
Jawaban
Over-torquing, memberi torsi pengencangan melebihi spesifikasi yang seharusnya, adalah salah satu penyebab paling umum kegagalan sambungan baut di industri, karena baut yang terlalu kencang bisa meregang melewati batas elastisnya, kehilangan gaya klem yang seharusnya dipertahankan, atau bahkan patah seketika saat pengencangan. Torque wrench yang dipakai untuk mengencangkan baut kritis wajib dikalibrasi secara berkala di laboratorium terakreditasi ISO/IEC 17025, dengan interval umum enam sampai dua belas bulan tergantung frekuensi pemakaian, karena mekanisme internal torque wrench, entah tipe click, dial, maupun digital, bisa bergeser akurasinya seiring waktu akibat keausan pegas atau komponen mekanis di dalamnya. Standar ISO 6789 mengatur klasifikasi akurasi torque wrench, dengan kelas dua misalnya menuntut akurasi dalam rentang plus minus dua persen dari nilai settingan. Dalam praktiknya di lapangan, penting memastikan torque wrench disetel sesuai spesifikasi torsi yang tertera pada gambar teknik atau manual mesin, bukan diperkirakan secara kasar, dan setelah selesai dipakai, kembalikan setelan tipe click ke nilai terendah supaya pegas internalnya tidak tertahan dalam kondisi tertekan terlalu lama yang bisa mempercepat pelemahannya. Untuk sambungan kritis seperti pada struktur bertekanan atau komponen berputar berkecepatan tinggi, urutan pengencangan baut juga sama pentingnya dengan nilai torsinya, umumnya mengikuti pola menyilang bertahap dalam beberapa putaran untuk memastikan distribusi gaya klem merata di seluruh permukaan sambungan.
Sumber
Standar ISO 6789 untuk klasifikasi akurasi alat torsi, ISO/IEC 17025 untuk kalibrasi alat ukur, dan ASME B107.300 mengenai persyaratan performa instrumen torsi.