Insight · Q&A
Apa tugas dan tanggung jawab utama HSE Officer di industri manufaktur?
Jawaban
HSE Officer, singkatan dari Health, Safety, and Environment Officer, bertanggung jawab memastikan seluruh aktivitas operasional pabrik berjalan sesuai standar keselamatan kerja,
kesehatan, dan pengelolaan lingkungan yang berlaku, sebuah peran yang mencakup aspek pencegahan jauh lebih besar dibanding sekadar menangani insiden setelah terjadi. Tugas hariannya mencakup pelaksanaan inspeksi keselamatan rutin ke seluruh area produksi untuk mengidentifikasi potensi bahaya sebelum berkembang jadi insiden nyata, penyusunan dan pembaruan dokumen penilaian risiko seperti JSA dan IBPR sebagaimana sudah dibahas pada topik terpisah, pengelolaan program pelatihan keselamatan kerja bagi seluruh karyawan, serta investigasi menyeluruh setiap kali terjadi insiden kecelakaan kerja untuk mengidentifikasi akar penyebabnya dan mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.
HSE Officer juga berperan penting dalam memastikan kepatuhan perusahaan terhadap regulasi keselamatan kerja dan lingkungan yang berlaku, termasuk pengurusan izin dan sertifikasi terkait yang diwajibkan pemerintah, serta menjadi penghubung utama dengan otoritas pengawas ketenagakerjaan saat terjadi audit atau pemeriksaan resmi. Di banyak fasilitas industri, HSE Officer juga bertanggung jawab mengelola program pengelolaan limbah dan dampak lingkungan operasional pabrik, memastikan aktivitas produksi tidak melampaui ambang batas pencemaran yang diizinkan regulasi lingkungan yang berlaku, menjadikan peran ini memerlukan pemahaman yang luas mencakup aspek keselamatan kerja sekaligus pengelolaan lingkungan industri secara bersamaan.
Sumber
Deskripsi kompetensi jabatan HSE dari regulasi Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, serta standar ISO 45001 dan ISO 14001 mengenai sistem manajemen keselamatan kerja dan lingkungan.