Insight · Q&A
Apa risiko kontaminasi silang antara sistem hidrolik berbeda, dan bagaimana cara
Jawaban
mencegahnya?
Kontaminasi silang terjadi ketika fluida hidrolik dari satu sistem tercampur dengan sistem lain yang mungkin memakai jenis atau spesifikasi oli berbeda, sebuah risiko yang sering muncul saat proses pengisian ulang oli memakai peralatan yang sama untuk beberapa mesin berbeda tanpa prosedur pembersihan yang memadai di antara penggunaannya. Risiko paling serius muncul ketika oli dengan aditif atau formulasi kimia berbeda tercampur, karena reaksi kimia yang tidak diinginkan antara aditif berbeda bisa menghasilkan endapan atau perubahan sifat fisik oli yang justru mempercepat kerusakan komponen hidrolik presisi, alih-alih melindunginya sebagaimana fungsi oli seharusnya.
Selain risiko kimia, kontaminasi silang juga bisa memindahkan partikel abrasif atau kontaminan dari satu sistem yang kondisinya sudah kurang baik ke sistem lain yang sebelumnya masih bersih, mempercepat keausan komponen pada sistem yang tadinya sehat tersebut. Pencegahan kontaminasi silang yang efektif mencakup penggunaan peralatan pengisian dan penyimpanan oli terpisah untuk setiap jenis spesifikasi oli yang berbeda, pelabelan yang jelas pada setiap wadah penyimpanan dan jalur pengisian untuk menghindari kesalahan penggunaan, serta prosedur pembersihan menyeluruh pada peralatan transfer oli sebelum dipakai untuk jenis oli berbeda kalau memang terpaksa harus memakai peralatan yang sama. Untuk fasilitas dengan banyak sistem hidrolik memakai spesifikasi oli berbeda-beda, investasi pada sistem penyimpanan dan distribusi oli terdedikasi untuk masing-masing jenis oli jadi langkah pencegahan paling efektif meski membutuhkan investasi awal lebih besar.
Sumber
Panduan praktik manajemen fluida hidrolik dari produsen pelumas industri dan lembaga sertifikasi tribologi mengenai pencegahan kontaminasi silang oli.