Insight · Q&A
Apa perbedaan edge computing dan cloud computing untuk aplikasi Industri 4.0 di pabrik?
Jawaban
Edge computing memproses data langsung di lokasi atau dekat dengan sumber datanya, misalnya di dalam gateway lokal yang terpasang di lantai produksi, sementara cloud computing memproses data di server pusat yang berlokasi jauh, seringkali di fasilitas data center yang terletak di kota atau bahkan negara berbeda, dan kedua pendekatan ini punya kelebihan serta kekurangan masing-masing yang membuatnya cocok untuk kasus penggunaan berbeda di lingkungan pabrik.
Edge computing unggul untuk aplikasi yang membutuhkan respons sangat cepat dan latensi rendah, seperti sistem kontrol otomatis yang harus mengambil keputusan dalam hitungan milidetik, karena data tidak perlu menempuh perjalanan jauh ke server pusat dan kembali lagi
sebelum keputusan bisa diambil, sekaligus mengurangi risiko downtime akibat gangguan koneksi internet karena pemrosesan tetap bisa berjalan lokal meski koneksi ke luar terputus sementara. Cloud computing unggul untuk analisis data berskala besar yang membutuhkan kapasitas komputasi jauh lebih besar dibanding yang bisa disediakan perangkat edge lokal, serta untuk kasus yang membutuhkan agregasi data dari banyak lokasi pabrik berbeda sekaligus untuk analisis menyeluruh di tingkat perusahaan. Dalam praktiknya, banyak implementasi Industri 4.0 modern memakai pendekatan hybrid, memanfaatkan edge computing untuk pemrosesan data real time dan keputusan kritis di lokasi, sambil tetap mengirimkan data yang sudah diringkas ke cloud untuk analisis jangka panjang dan pengambilan keputusan strategis level perusahaan yang tidak membutuhkan respons instan.
Sumber
Literatur arsitektur sistem Industrial Internet of Things mengenai perbandingan edge dan cloud computing, serta panduan implementasi dari penyedia platform IIoT industri.