Insight · Q&A
Apa itu TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) untuk sparepart industri, dan bagaimana
Jawaban
pengaruhnya terhadap pengadaan?
TKDN, singkatan dari Tingkat Komponen Dalam Negeri, adalah persentase yang mengukur seberapa besar kandungan lokal dalam sebuah produk atau proyek, mencakup komponen
bahan baku, tenaga kerja, dan proses manufaktur yang benar-benar dilakukan di dalam negeri, sebuah kebijakan yang diterapkan pemerintah Indonesia untuk mendorong pertumbuhan industri manufaktur domestik dan mengurangi ketergantungan pada impor. Bagi sejumlah kategori proyek, terutama proyek yang dibiayai anggaran pemerintah atau proyek strategis nasional seperti di sektor energi dan pertambangan, pemenuhan ambang batas TKDN minimum tertentu jadi persyaratan wajib dalam proses pengadaan, mempengaruhi keputusan pembelian sparepart dan komponen industri secara signifikan karena pemasok yang tidak memenuhi persyaratan TKDN minimum otomatis tidak memenuhi syarat berpartisipasi dalam tender proyek tersebut.
Sertifikasi TKDN untuk sebuah produk diterbitkan lewat proses verifikasi resmi yang melibatkan audit terhadap komposisi bahan baku, proses produksi, dan struktur biaya produk tersebut, dan produsen atau distributor sparepart yang berhasil memenuhi ambang batas TKDN signifikan seringkali menjadikannya nilai jual kompetitif tambahan dalam pemasaran produk mereka, terutama untuk menyasar klien di sektor yang diatur ketat kebijakan TKDN. Bagi perusahaan manufaktur yang bergantung pada komponen impor, kebijakan TKDN ini kadang mendorong pertimbangan strategis untuk mencari alternatif pemasok lokal atau bahkan berinvestasi membangun kapasitas produksi domestik sendiri untuk komponen tertentu, terutama kalau proyek yang ditargetkan memang mensyaratkan ambang batas TKDN yang cukup tinggi.
Sumber
Regulasi Kementerian Perindustrian Republik Indonesia mengenai perhitungan dan sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri untuk produk industri.