Insight · Q&A
Bagaimana cara mengintegrasikan sistem ERP seperti SAP dengan MES (Manufacturing Execution System)?
Jawaban
Tanpa integrasi yang baik, data antara sistem perencanaan bisnis seperti SAP dan sistem eksekusi di lantai produksi seperti MES cenderung terjebak dalam silo terpisah, di mana rencana produksi disusun di level ERP berdasarkan data yang sudah usang, sementara kondisi aktual di lantai produksi tidak terekam secara real time ke sistem bisnis. Langkah pertama integrasi yang efektif adalah memetakan secara detail aliran data apa saja yang perlu mengalir dua arah antara modul-modul relevan di SAP, terutama modul Production Planning (PP), Materials Management (MM), dan Plant Maintenance (PM), dengan sistem MES di lantai produksi. Standar arsitektur ANSI/ISA-95 jadi rujukan internasional paling umum dipakai untuk pemodelan integrasi semacam ini, karena standar ini mendefinisikan dengan jelas batasan dan pertukaran informasi antara level perencanaan bisnis, level eksekusi produksi, dan level kontrol otomatis di lantai pabrik. Secara teknis, perintah produksi atau production order yang diterbitkan dari SAP perlu diteruskan secara otomatis ke sistem MES atau bahkan langsung ke level PLC dan SCADA di lantai produksi, sementara sebaliknya, data aktual seperti konsumsi bahan baku riil, jumlah unit produk jadi yang dihasilkan, dan catatan downtime mesin perlu mengalir kembali secara real time ke ERP supaya laporan biaya produksi dan perencanaan kebutuhan material berikutnya benar-benar mencerminkan kondisi lapangan yang sesungguhnya, bukan asumsi perencanaan semata.
Sumber
Standar ANSI/ISA-95 untuk integrasi sistem enterprise dan sistem kontrol, serta dokumentasi teknis integrasi SAP Manufacturing Integration and Intelligence (MII) dan platform MES industri.