← Semua Q&A
Partpedia Partpedia

Insight · Q&A

Apa dampak kontaminasi air dan partikel dalam oli hidrolik, dan bagaimana cara mengatasinya?

Jawaban

Oli hidrolik yang terkontaminasi air dan partikel padat adalah salah satu penyebab kegagalan komponen hidrolik paling sering namun paling mudah dicegah, karena partikel keras yang ikut bersirkulasi bersama oli bertekanan tinggi bekerja layaknya ampelas mikroskopis yang terus-menerus menggerus permukaan presisi pompa, valve, dan silinder setiap kali oli mengalir melewatinya. Air yang tercampur ke dalam oli, sekecil apa pun jumlahnya, juga mempercepat oksidasi oli, menurunkan kemampuan pelumasannya, dan memicu korosi pada permukaan logam internal yang seharusnya terlindungi. Tingkat kebersihan oli hidrolik distandarkan secara internasional lewat kode ISO 4406, dinyatakan dalam tiga angka yang mewakili jumlah partikel per mililiter pada tiga ukuran berbeda, dan setiap komponen hidrolik presisi tinggi biasanya punya target kode kebersihan spesifik yang harus dipenuhi supaya umur pakainya sesuai desain. Untuk mengatasi kontaminasi yang sudah terjadi, langkah pertama adalah mengambil sampel oli untuk diuji di laboratorium guna memastikan tingkat kontaminasi aktualnya sebelum menentukan tindakan, karena mengganti oli tanpa data yang jelas berisiko boros biaya tanpa menyelesaikan akar masalah. Pasang filter dengan rating mikron yang sesuai kebutuhan komponen paling sensitif dalam sistem, gunakan breather filter pada tangki reservoir untuk mencegah udara lembap masuk setiap kali level oli naik turun, dan pertimbangkan sistem filtrasi offline tambahan berupa kidney loop filtration yang bekerja terus menerus membersihkan oli secara mandiri di luar sirkuit kerja utama.

Sumber

Standar ISO 4406 untuk kode kebersihan fluida hidrolik, ISO 18413 mengenai metode pengambilan sampel oli, dan panduan teknis dari produsen komponen hidrolik seperti Parker Hannifin dan Bosch Rexroth.